2. Sosialisme dan Komunisme (Radical Political Economy)
Umumnya pengertian dari sosialisme didasarkan pada sistem sosial berdasarkan prinsip kolektif dalam pemilikan alat-alat produksi dan distribusi. Didalam konsep atau ideologi ini, perhatian terhadap kesejahteraan sosial lebih tinggi dibandingkan sistem ekonomi lainnya.
Dalam perkembangan sejarahnya, pemikiran sosialisme sering bersinggungan dengan komunisme. Marxisme sendiri bisa diartikan ganda, sebagai sosialisme atau komunisme. Porsi perhatian pada kelompok komunitas atau masyarakat dalam ideologi ini relatif besar, meskipun implikasinya bisa berlawanan dengan tujuan semula (Kesejahteraan).
Kelompok komunis menganggap bahwa sosialisme adalah suatu tahap menuju kepada masyarakat komunisme yang sempurna. sementara, penulis-penulis sosialis mengatakan berbeda sama sekali dengan komunisme yang diajarkan Karl Marx karena sejarah sosialisme tumbuh lebih awal dari komunisme atau Marxisme. Sosialisme baik dalam etika maupun demokrasi, berbeda sama sekali dengan komunisme.
Pada tahun 1830, ketika terminologi sosialisme baru mulai digunakan, sosialisme berasosiasi dengan semangat intelektual dan keilmuan. Perkembangannya menjadi radikal pada masa Revolusi Perancis sampai masa Krisis revolusi Industri. Kemudian makin Radikal lagi ketika Engels dan Marx mngkalim bahwa Marxisme telah menggeser sosialisme dari bentuknya yang utopis menjadi lebih realistis dan membumi berdasarkan keilmuan. Namun hal itu sabgat Revolusioner dengan sifatnya yang komunistis dan berkonotasi ideologis lewat pengerahan kaum sosialis,
Komunisme memnag dibangun dengan fondasi pemikiran sosalisme, tetapi sosialisme tidak sama dengan komunisme. Pemikiran sosialisme merupakan akar utama dari pemikiran radikal komunisme. namun, pada sisi lain Kapitalis juga banyak mengambil pemikiran dasar sosialisme untuk mengeliminasi kelemahan internalnya. Sistem Ekonomi pasar sosial di Eropa dan Jerman merupakan modifikasi penyerapan nilai-nilai sosialisme kedalam pasar. Akan tetapi, tidak sebaliknya, diaman sosialisme menerapkan nilai-nilai kapitalisme, kecuali China (namun sekarang sudah mulai bergeser sedikit demi sedikit).
Stetlah perang dunia kedua, masyarakat sosialis dan partai-partainya ditekan di eropa Timur. sementara itu di negara dunia ketiga, kaum sosialis mengalami kgagalan menemukan bentuknya di Eropa. Bahkan, sistem pemikiran tersebut berkembang menjadi sistem totaliter, yang lebih merupakan gerakan komunisme daripada gerakan sosialisme. Meskipun demikian, simbol gerakan yang digunakan adalah bendera ke;ompok sosialis. Konsse-konsep ekonomi kaum sosialis di Asia dan Eropa menjurus pada Ekonomi Komunistis.
Didalam Sitem Ekonomi Sosialisme, kelompok industri dasar sumberdaya yang menyangkut kepnetingan rakyat banyak dimiliki oleh negara. Sisanya menjadi milik individu dan diusahakan secara perorangan melali badan-badan usaha yang ada. Insentif bersifat sangat terbatas dan tidak bebas seperti di Negara-negara kapitalisme
Didalam sistem ekonomi sosisalis, aktivitas produksi bermotifkan faktor ekonomi dan non ekonom, sementara mekanisme berklaku harga komuditi banyak dipengaruhi pemerintah dan sedikit sekali berlakunya hukum permintaan dan penawaran. disini peran pemerintah cukup besar trutama pada sektor- sektor usaha strategis yang merupakan tumpuan masyarakat banyak. Ada kompetisi pasar selama pemerintah membiarkannya terhadap pasar komuditi-komoditi tertentu.
Ide dasar dari pertumbuhan ekonomi dalam perkembangan sejarahnya juga bersentuhan dengan pemikiran kaum sosialisme. Akan tetapi cara pandanganyabertentangan dengan realisasi umum dari kelangkaan sumber daya alam secara global dan prospek peledakan kependudukan. Pertumbuhan ekonomi yang dipikirkan oleh kaum nonsosialis kurang memperhatikan masalah-masalah resiko dan dampak negatifnya karena dilihat dari aspek ekonominya saja (peningkatan pendapatan per orang). Dengan pengertian ini, maka kaum sosialis menerapkan konspe pertumbuhan yang lebih dikaitkan dengan motif sosial.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar