Sabtu, 01 Oktober 2011

Paradigma Sistem Ekonomi

3. Ekonomi Campuran
Sistem Ekonomi campuran (mixed economy) merupakan paduan dari sistem ekonomi sosialisme dan kapitalisme. Usaha penyatuan ini dilakukan untuk menyerap elemen-elemen yang positif dan dinamis dari keduanya. Sistem ini hendak dibangun untuk meninggalkan unsur-unsur lemah dari dua bentuk sistem ekonomi politik tersebut. Sejarah pertentangan yang keras dan bahkan tidak harmonis dari kapitalisme dan sosialisme telah menstimulasi para pemikir-pemikir untuk mencari bangun ekonomi dengan ciri dasar yang merupakan unsur-unsur terbaik dari keduanya.

Sistem ini menggerakkan elemen-elemen dinamis dari yang sebelumnya dimiliki masing-masing sistem ekonomi. Kedua bentuk ekstrem dari sistem ekonomi ini telah menuju ke arah sistem campuran karena masing-masing berusaha membuang kelemahan-kelemahannya sehingga tersisa unsur yang positif dan dinamis.

sepertti yang dikatakan oleh Hegel, bahwa perbaikan dan perkembangan pemikiran akan mencapai suatu bentuk terbaik melalui proses dialektik menuju suatu sintesis (teori dialektika). Proses ini merupakan perpaduan dari tesis dan antitesis dalam keharmonisan dan menuju ke arah kedinamisan. Negara sedang berkembang beranggapan akan mammpu mengejar ketertinggalannya dengan bayak tidak menconth bentuk ekstrem dari kedua sisem ekonomi tersebut, melainkan unsur dinamis dari keduanya.

Salah satu pemikiran Hegel ini menarik untuk disimak sebagai dasar pemikiran mengapa muncul sistem ekonomi campuran sebagai alternatif dari sistem yang bertentangan. Jika hal itu terjadi cara terbaik adalah menggabungkannya untuk mengejar ketertinggalan negara-negara sedang berkembang. Adalah Hegel yang menemukan fenomena dialektik sebagai suatu teori logika yang juga merupakan teori struktur dari pembangunan. Teori ini ditemukan oleh kelompok idealisme dalam pasca-Kantian dan mengalami masa puncaknya dalam pemikiran filosofi Hegel.

Dialektik itu sendiri pernah diajukan oleh Imanuel Kant sebagai suatu logika dari penalaran terhadap alam dan fenomena dunia untuk memberikan pengesahan yang transenden. Hegel kemudian menginterpertasikan dialektik sebagai operasionalisasi dari penalaran tanpa kaitan dengan hal yang transenden. Sbab, alam dan isinya ini bersifat realistis, bukan sesuatu yang abstrak. Ini memberiakan kenyataan lebih besar dan lebih mendalam dibandingkan dengan pmikiran analitis terhadap sains dan kehidupan sehari-hari. Logika dialektik melihat kontradiksi sebagai hasil dari perpaduan ide-ide yang dapat dicapai melalui cara sintesis untuk menghasilkan pengetahuan yang lbih benar.

Proses sintesis meningkat kemudian menjadi alasan utama terwujudnya sistem ekonomi campuran yang merupakan perpaduan dari sistem ekonomi kapitalisme dan marxisme. Hal ini tidak seperti Karl Marx yang mengadopsi ddialektik sebagai pembenturan kelas didalam sejarah yang selalu berhadapan satu sama lain.

Motif mencari keuntungan adlah unsur penting didalam kegiatan ekonomi dan produksi, tetapi bukan segalanya sebagaimana ditekankan dalam sistem ekonomi kapitalisme. Tanpa motif keuntungan, tidak akan ada usaha dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi lamban bila motif ini ditekan dan dimatikan seperti di negara komunis. Sistem ekonomi campuran tetap berbasis pada prinsip pasar yang terkendali oleh pemerintah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar