Jumat, 30 September 2011

Paradigma Sistem Ekonomi

2. Sosialisme dan Komunisme (Radical Political Economy)
Umumnya pengertian dari sosialisme didasarkan pada sistem sosial berdasarkan prinsip kolektif dalam pemilikan alat-alat produksi dan distribusi. Didalam konsep atau ideologi ini, perhatian terhadap kesejahteraan sosial lebih tinggi dibandingkan sistem ekonomi lainnya.

Dalam perkembangan sejarahnya, pemikiran sosialisme sering bersinggungan dengan komunisme. Marxisme sendiri bisa diartikan ganda, sebagai sosialisme atau komunisme. Porsi perhatian pada kelompok komunitas atau masyarakat dalam ideologi ini relatif besar, meskipun implikasinya bisa berlawanan dengan tujuan semula (Kesejahteraan).

Kelompok komunis menganggap bahwa sosialisme adalah suatu tahap menuju kepada masyarakat komunisme yang sempurna. sementara, penulis-penulis sosialis mengatakan berbeda sama sekali dengan komunisme yang diajarkan Karl Marx karena sejarah sosialisme tumbuh lebih awal dari komunisme atau Marxisme. Sosialisme baik dalam etika maupun demokrasi, berbeda sama sekali dengan komunisme.

Pada tahun 1830, ketika terminologi sosialisme baru mulai digunakan, sosialisme berasosiasi dengan semangat intelektual dan keilmuan. Perkembangannya menjadi radikal pada masa Revolusi Perancis sampai masa Krisis revolusi Industri. Kemudian makin Radikal lagi ketika Engels dan Marx mngkalim bahwa Marxisme telah menggeser sosialisme dari bentuknya yang utopis menjadi lebih realistis dan membumi berdasarkan keilmuan. Namun hal itu sabgat Revolusioner dengan sifatnya yang komunistis dan berkonotasi ideologis lewat pengerahan kaum sosialis,

Komunisme memnag dibangun dengan fondasi pemikiran sosalisme, tetapi sosialisme tidak sama dengan komunisme. Pemikiran sosialisme merupakan akar utama dari pemikiran radikal komunisme. namun, pada sisi lain Kapitalis juga banyak mengambil pemikiran dasar sosialisme untuk mengeliminasi kelemahan internalnya. Sistem Ekonomi pasar sosial di Eropa dan Jerman merupakan modifikasi penyerapan nilai-nilai sosialisme kedalam pasar. Akan tetapi, tidak sebaliknya, diaman sosialisme menerapkan nilai-nilai kapitalisme, kecuali  China (namun sekarang sudah mulai bergeser sedikit demi sedikit).

Stetlah perang dunia kedua, masyarakat sosialis dan partai-partainya ditekan di eropa Timur. sementara itu di negara dunia ketiga, kaum sosialis mengalami kgagalan menemukan bentuknya di Eropa. Bahkan, sistem pemikiran tersebut berkembang menjadi sistem totaliter, yang lebih merupakan gerakan komunisme daripada gerakan sosialisme. Meskipun demikian, simbol gerakan yang digunakan adalah bendera ke;ompok sosialis. Konsse-konsep ekonomi kaum sosialis di Asia dan Eropa menjurus pada Ekonomi Komunistis.

Didalam Sitem Ekonomi Sosialisme, kelompok industri dasar sumberdaya yang menyangkut kepnetingan rakyat banyak dimiliki oleh negara. Sisanya menjadi milik individu dan diusahakan secara perorangan melali badan-badan usaha yang ada. Insentif bersifat sangat terbatas dan tidak bebas seperti di Negara-negara kapitalisme

Didalam sistem ekonomi sosisalis, aktivitas produksi bermotifkan faktor ekonomi dan non ekonom, sementara mekanisme berklaku harga komuditi banyak dipengaruhi pemerintah dan sedikit sekali berlakunya hukum permintaan dan penawaran. disini peran pemerintah cukup besar trutama pada sektor- sektor usaha strategis yang merupakan tumpuan masyarakat banyak. Ada kompetisi pasar selama pemerintah membiarkannya terhadap pasar komuditi-komoditi tertentu.

Ide dasar dari pertumbuhan ekonomi dalam perkembangan sejarahnya juga bersentuhan dengan pemikiran kaum sosialisme. Akan tetapi cara pandanganyabertentangan dengan realisasi umum dari kelangkaan sumber daya alam secara global dan prospek peledakan kependudukan. Pertumbuhan ekonomi yang dipikirkan oleh kaum nonsosialis kurang memperhatikan masalah-masalah resiko dan dampak negatifnya karena dilihat dari aspek ekonominya saja (peningkatan pendapatan per orang). Dengan pengertian ini, maka kaum sosialis menerapkan konspe pertumbuhan yang lebih dikaitkan dengan motif sosial.

Kamis, 29 September 2011

DEFISIT ANGGARAN AS

Sampai saat ini Pemerintah dan DPR AS masih belum sepakat mengenai RAPBN AS untuk tahun anggaran 2012 yang akan mulai berjalan 1 Oktober nanti. Ketidaksepakatan itu terjadi karena adanya perbedaan pendapat mengenai besarnya defisit anggaran dalam RAPBN tsb. DPR (Congress) yang dikuasai Partai Republik bersikukuh bahwa Pemerintah harus mengurangi anggaran yang tidak sangat perlu, sehingga tidak menambah utang negara yang sudah mencapai hampir 100% dari PDBnya. Sebaliknya Presiden Obama (Partai Demokrat) menganggap bahwa utang baru sangat diperlukan saat ini, untuk memberikan stimulus lanjutan bagi perekonomian yang belum pulih dari krisis tahun 2008/2009. Tanpa tambahan anggaran, maka resesi dapat muncul kembali dan tingkat pengangguran yang masih sekitar 9% akan semakin tinggi. Sedangkan Senat yang dikuasai Partai Demokrat tentu saja mendukung Presiden Obama.
Sumber: wikipedia.org

RAPBN AS
Presiden Obama pada Februari lalu mengajukan usulan RAPBN sebanyak USD 3,7 triliun. Anggaran sebanyak ini akan digunakan untuk membiayai anggaran mengikat (mandatory) sebesar USD 2.109 T (57%) dan anggaran tidak mengikat (dyscretionary) sebesar USD 1.344 T (43%). Anggaran mengikat adalah untuk membiayai program-program yang ditetapkan oleh undang-undang seperti jaminan sosial (social security), program kesehatan (medicare dan medicaid), tunjangan pekerjaan, dll. Anggaran tidak mengikat digunakan untuk mewujudkan visi, misi dan program-program unggulan presiden terpilih, seperti pendidikan, energi, iptek, pertahanan, membayar utang, dll. Karena penerimaan negara lebih kecil dari kebutuhan untuk berbagai keperluan tersebut, maka kekurangannya diperoleh dari berutang ke perorangan, badan hukum atau ke pemerintah negara lain melalui penjualan obligasi negara. Negara-negara pembeli surat utang pemerintah AS adalah China, Jepang, Inggris, Brazil, dll. Defisit anggaran yang diusulkan Pemerintah Obama pada TA 2012 adalah sebesar USD1,1 triliun, yang sudah menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Akumulasi dari defisit sebelumnya menjadi utang negara yang pada tahun ini berjumlah USD 14 triliun. Secara absolut utang pemerintah AS adalah yang terbesar di dunia, walaupun secara relatif (dalam %PDB) masih lebih rendah dari banyak negara, seperti Jepang dan negara2 Eropa yang saat ini sedang mengalami krisis utang (Yunani, Irlandia, Spanyol, Portugal dan Italia). Jepang berbeda dengan negara2 pengutang besar lain karena sebagian besar utangnya adalah kepada penduduk sendiri, bukan kepada pemerintah/penduduk negara lain.

Motivasi Politik
Persoalan defisit anggaran AS jelas mempunyai latar belakang politik. Partai Republik yang saat ini menguasai DPR mempunyai peluang emas untuk menggagalkan program Presiden Obama sehingga pada pemilu tahun depan, calon Partai Republik dapat menggantikan Obama. Sebaliknya, Obama juga tidak ingin masa pemerintahannya hanya berlangsung satu periode. Oleh sebab itu ia memerlukan anggaran tambahan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan juga untuk membiayai program-program yang dijanjikannya saat pemilu. Jika ekonomi tumbuh baik dan janji-janjinya terpenuhi maka ia akan dapat memenangi pemilu 2012.
Motivasi politik dalam manajemen pemerintahan sudah menjadi persoalan sejak lama. Publik AS tentunya tidak nyaman dengan keadaan ini, namun konstitusi AS memungkinkan hal itu terjadi. Sebetulnya, sebelum era Presiden Nixon, pemerintah cenderung mempunyai kekuatan yang lebih besar dalam mengajukan RAPBN daripada Parlemen (DPR dan DPD), sehingga pembahasan RAPBN di Parlemen cenderung selalu berlangsung mulus. Hal ini karena pemerintah mempunyai informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan yang dimiliki oleh Parlemen. Pihak Legislatif kemudian berusaha menandingi keunggulan pihak Eksekutif dalam perencanaan penganggaran dengan menetapkan UU Congressional Budget and Impoundment Control Act of 1974. UU ini mengamanatkan dibentuknya Congressional Budget Office (CBO), yang tugasnya memberikan pertimbangan yang tidak memihak kepada pemerintah maupun kepada DPR dan DPD mengenai berbagai persoalan anggaran. CBO ini secara periodik membuat analisis tentang anggaran dan kaitannya dengan perekonomian (antara lain: Economic Outlook: Fiscal Years 2011 to 2021, Januari 2011), dan memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan DPR dan DPD. Dengan mempertimbangkan saran CBO, yang tentunya sukarela, DPR dan DPD memberikan keputusan mengenai RAPBN yang diajukan pemerintah. Adapun UU yang sebetulnya mengurangi kekuasaan pemerintah ini berhasil menjadi UU, karena konon Presiden Nixon yang sedang terlibat skandal Watergate memerlukan dukungan Parlemen, sehingga is meloloskan RUU tentang CBO ini, walaupun akhirnya ia diimpeach juga oleh Parlemen.

Solusi untuk Kebuntuan
Berbagai pihak sudah memberikan masukan kepada Eksekutif maupun Legislatif agar segera mencapai titik temu dalam persoalan anggaran tahun 2012 ini. Tidak kurang dari Ben Bernanke, Gubernur Bank Sentral,  menyatakan bahwa solusi harus segera ditentukan, karena perekonomian AS sudah semakin gawat. Sementara ini, kedua pihak sepakat bahwa defisit anggaran harus berkurang. Perbedaannya adalah Partai Republik ingin agar pengurangan defisit dimulai tahun ini juga, yang jika perlu malah tidak usah membayar utang dulu, sedangkan Pemerintah ingin agar defisit dimulai secara bertahap, namun tahun ini jangan dulu tidak menambah utang. Direktur Office of Management and Budget (OMB), Jacob Lew yang diangkat Obama,  tentunya sudah mempunyai perhitungan bagaimana defisit ini akan dikurangi sampai beberapa tahun ke depan sehingga mencapai tingkat yang terkendali. Namun Partai Republik masih terus berusaha menekan Pemerintah Obama agar tidak menambah defisit dengan berbagai pertimbangan yang rasional juga.

Apa yang Akan Terjadi?
Hari-hari ini kita akan menyaksikan bagaimana solusi terhadap ontran-ontran defisit anggaran ini akan diselesaikan oleh ke dua belah pihak. Ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi: (1) keduanya tidak mau berubah dari pendapat semula, sehingga RAPBN 2012 akan sama dengan APBN 2011; (2) salah satu bersedia menerima posisi pihak lain; (3) win-win solusion: DPR setuju bahwa ada penambahan utang sehingga menambah defisit anggaran  tetapi tidak sebesar yang diinginkan Obama sehingga harus ada pengurangan anggaran untuk program tidak mengikat, seperti untuk perang di Afganistan yang masih sangat besar. Mudah-mudahan ada kompromi yang baik, karena kalau AS batuk maka perekonomian dunia dapat ikut berguncang.

Implikasi bagi Kita
Persoalan defisit anggaran di AS dan di negara2 lain memberi pelajaran yang berharga buat Indonesia. Defisit anggaran harus ditangani sejak awal secara hati-hati, jika tidak maka akan menjadi masalah besar yang sulit diatasi, bahkan jika ada bantuan dari pihak luar sekalipun. Pemerintah perlu secara jujur menjelaskan kepada semua partai dan juga kepada masyarakat akan kondisi utang negara, proyeksinya dan konsekuensinya pada anggaran tahunan di masa depan. Selanjutnya, ini yang sulit, adalah berusaha agar motivasi politik tidak masuk ke dalam urusan defisit anggaran, darimanapun datangnya. Jangan sampai masalah defisit anggaran menjadi alat permainan politik untuk mencapai tujuan jangka pendek yang dapat merugikan kepentingan bangsa yang lebih besar di masa depan.
–o0o–
Penulis adalah pemerhati kebijakan publik.

Rabu, 28 September 2011

Paradigma Sistem Ekonomi

1. Kapitalisme
Adam Smith adalah tokoh sekaligus bapak ilmu ekonomi yang mengilhami sistem ekonomi pasar dan berkembang menjadi mazhab pemikiran Kapitalisme. bukunya ''The Wealth of Nations", banyak membahas unsur-unsur penting didalam pasar yang digerakan oleh tangan gaib (Invisible Hand), misalnya tentang modal, tanah dan pekerja. Smith juga mengulas ekonomi secara umum yang merupakan tonggak sejarah ekonomi eropa Barat sehingga menjadi Bapak pendiri Ilmu Ekonomi dan tokoh utama dalam mazhab ilmu ekonomi Klasik.

Sistem ekonomi ini bermula sejak abad ke 18 di Eropa Barat khususnya menjadi sangat dominan pada abad ke 19. dalam perkembangannya, pemikiran ini berkembang dengan cukup pesat, hingga pada abad ke 19 terjadi krisis internal diaman perkembangan kapitalisme menciptakan lembaran hitam, yakni praktik eksploitasi buruh" di berbagai Industri.
Didalam sistem kapitalisme, pemilikan (Ownership) terletak ditangan individu yang digunakan untuk tujuan sendiri, yakni tujuan untuk mencari keuntungan (profit). Didalam aktivitas Ekonomi berlaku hukum pasar yang diciptakan oleh permintaan dan penawaran.

Peranan pemerintah hanya sebatas melakukan kontrol agar tidak terjadi kegagalan pasar. Kegiatan Ekonomi adalah pasar dengan sedikit atau tanpa intervensi pemerintah. Persaingan dianggap sebagai cara mencapai efisiensi.

Kapitalisme dalam Terminologi Sistem Ekonommi Politik didasarkan pada pemilikan individu dan keuntungan pribadi. hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan eksploitasi yang sering diasosiasikan dengan modal. Eksploitasi menurut kapitalisme terjadi manakala didalam organisasi monopoli menghasilkan harga yang eksesif atau pembayaran upah dibawah marginal revenue product. Didalam pasar yang sehat tidak ada eksploitasi karena setiap plaku bertindak dengan sukarela.

Kelemahan kapitalisme adalah pemborosan dan inefisiensi dalam produksi untuk menciptakan barang" mewah yang tidak esensial untuk keperluan hidup. Kenyataan ini menjadi sumber adanya Eksternalitas, yakni biaya yang tidak diperhitungkan seperti rusaknya lingkungan dan biaya sosial lainnya. selain itu, kapitalisme yang tidak diikuti oleh penerapan norma sosial politik secara tepat dapat menghasilakn kesenjangan yang tinggi antara kelompok amasyarakat
Salah satu prinsip kapitalisme adalah kebebasan kompetisi pasar yang sekaligus merupakan sistem ekonomi kapitalisme. Kompetisi berkaitan dengan efisiensi dan skala usaha (economic of scale). hanya pemilik modal besar saja yang potensial dan mampu hidup didalam prinsip bebas tersebut. Kelompok ekonomi lemah bisa tersingkirkan dalam sistem Kapitalisme yang liberal seperti ini bila pemerintah tidak melakukan perlindungan terhadapnya. Kelemahan ini biasanya bisa dikompensasi dengan undang-undang perlindungan usaha kecil dan aturan persaingan yang sehat.

Kesenjangan distribusi pendapatan adalah salah satu kelemahan di pertumbuhan ekonomi yang tidak merata didalam sistem Kapitalisme. Pengangguran dapat tercipta akibat langsung dan tidak langsung sistem ini. Penggunaan mesin-mesin untuk mengefisiensikan usaha dapat mensubsitusi sejumlah besar tenaga kerja sehingga pengangguran sulit dihindarkan.

Prinsip Ekonomi pasar yang berlaku merupakan ciri dari ekonomi liberal (Free Economy) yang menggambarkan suatu sistem ekonomi dengan partisipasi lebih besar dari aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan yang digerakkan oleh individu atau perusahaan, intervensi dan peranan pemerintah diaga sekecil mungkin. Ekonomi pasar ini merupakan salah satu sifat Kapitalism dimana produksi berada ditangan individu atau perusahaan


Selasa, 20 September 2011

Peran dan Fungsi Uang

Uang adalah segala sesuatu (tidak menyangkut harkat dan martabat manusia) yang dapat dipakai/diterima untuk melakukan pembayaran baik terhadap barang, jasa, maupun utang.

Jika ditinjau dari sejarah perekonomian bermula dari perekonomian subsisten berkmbang menjadi barter kemudian berkmbang menjadi perekonomian uang.

subsisten  : 
  • masyarakat primitif
  • kebutuhan ''sekali habis''
  • belum mengenal uang sebagai alat tukar
barter :
  • mencari 'lebih' sisanya ditukar
  • syarat ''double coincidence of wants''
  • belum mengenal uang sebagai alat tukar 
karena adanya syarat ''double coincidence of wants''(keinginan sama) -- mengakibattkan banyak kelemahan:
-pengorbanan waktu
-tenaga
-kerusakan / susutnya brang
-sukar dalam standar ukuran
maka masyarakat berfikir untuk keluar dari permasalahan tersebut. inilah yang melatarbelakangi sesuatu menjadi alat tukar/uang. dalam sejarahnya uang terbuat dari benda" sederhana sampai kepada benda" mewah misalnya uang pernah terbuat dari kulit kerang (wumpum) ex: masyarakat amerika latin, hingga terbuat dari emas

syarat-syarat uang
  1. nilai nominal tidak berubah dari masa ke masa
  2. mudah dibawa
  3. mudah disimpan
  4. tahan lama
  5. disukai umum
  6. supply harus elastis
Fungsi uang terbagi atas fungsi asli dan fungsi turunan. Fungsi Asli:
1. Alat tukar; Dikatakan sebagai alat tukar karena dengan sejumlah uang yang mencukupi, orang dapat     memperoleh berbagai jenis benda dan jasa yang dikehendaki, sekaligus memperlancar perdagangan     dan arus barang.

2. Alat satuan hitung; dengan uang setiap benda dan jasa dapat dihitung satuan nilainya, misalnya: 1kg     beras = Rp. 4.500, seekor ayam = Rp. 19.500.
Fungsi Turunan:

1. Alat pembayaran yang sah; setiap negara memiliki alat tukar dan alat bayar yang telah ditetapkan     pemerintah dan keberadaannya harus diterima dan tidak dibenarkan penduduk negara yang     bersangkutan menolak alat pembayaran yang sah tersebut. Contohnya: uang kertas pecahan     Rp.100.000, Rp.50.000, uang logam pecahan Rp.1000, Rp.500, Rp.100

2. Alat penyimpan nilai; kekayaan berupa sejumlah uang dapat disimpan di bank, baik berupa tabungan     atau deposito.

3. Alat pemindah kekayaan; kekayaan yang berupa tanah, gedung, atau kebun dapat dipindahkan oleh     pemiliknya ke desa atau tempat lain dengan menggunakan uang. Artinya semua kekayaan tersebut     dijual dan uang hasil penjualannya dibelikan sesuatu yang baru di tempat yang baru.

    Contoh: Badu memiliki sebuah rumah di Bandung. Karena ia dipindah tugaskan ke Ambon, maka ia     menjual rumahnya yang di Bandung. Uang hasil penjualan rumah tersebut ia gunakan untuk membeli     rumah yang baru di Ambon.

4. Alat standar pembayaran di masa mendatang, yaitu dengan melihat harga- harga yang stabil, nilai     rupiah menguat, keamanan terjamin, investor tertarik untuk menanamkan modalnya, maka menjadi     alasan pedagang untuk menjual barangnya dengan pembayaran dilakukan kemudian (memberikan     kredit).

Definisi Uang berdasarkan tingkat Likuiditasnya
a) M1 adalah Uang kertas & Logam + simpanan rekening koran (demand deposit)--setiap saat bisa diambil
b) M2 adalah M1 + Time deposit pada bank umum --> Broad Money
c) M3 adalah M2 + Time deposit pada lembaga non bank milik penduduk saja baik jumlah besar/kecil , baik bentuk Rp, $, dll --> Kuasi Money

Likuiditas Total --> mencakup semua alat Likuid yang ada di masyrakat ex:
-Obligasi pemerintah jangka pendek
-Obligasi Swasta jangka pendek
-wesel perusahaan
-cek mundur
-simpanan luar negara